Seruu.com - Sepuluh Letusan Gunung Berapi Terdahsyat
Di Dunia berikut ini adalah bukti, bahwa banyak gunung berapi yang
meletus di dunia ini dan menimbulkan banyak korban berjatuhan. Bahkan
bisa hingga ribuan korban jiwa akibat keganasan sang penghuni perut bumi
tersebut. Dan di antara ribuan letusan gunung berapi di dunia ini,
berikut kami ambil 10 letusan gunung berapi terdahsyat di dunia yang
mengambil banyak korban jiwa.
1. GUNUNG KRAKATAU
Krakatoa,
juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis yang still -
dangerous, terletak di Selat Sunda, Indonesia. Agustus 1883, sebuah
rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13,000 kali
lebih besar dari bom Hiroshima. Ledakannya terdengar hingga ke Perth,
Australia.
Muntahan lebih dari 21 kilometer kubik batu dan debu
membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37.000 orang
tewas. Namun dengan tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa
lebih besar lagi akibat Dahsyatnya Letusan Krakatau .
2. GUNUNG VESUVIUS
Gunung
api ini menjadi nomor dua untuk kekejamannya, menyebabkan kematian
hingga 25.000 nyawa. Ketika Vesuvius dengan letusan yang maha dahsyat di
tahun 79 SM, sepenuhnya telah menguburkan kota Pompeii di bawahnya
dengan memuntahkan ‘isi perutnya’ selama 20 jam nonstop. Sejak itu,
gunung api ini meletus lusinan kali dan terakhir pada tahun 1944
beberapa desa di dekatnya telah dibinasakan.
3. GUNUNG LAKI
Gunung
Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah
tertidur sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783.
Dengan ketinggian 1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di
seluruh negara ketika secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50%
populasi makhluk hidup di Islandia dengan awan belerang dan fluorine
beracunnya.
Kelaparan menjadi penyebab matinya 25% populasi
tersebut. Air mancur lahar memancar hingga 1.400 meter tingginya.
Seluruh dunia merasakan akibat dari letusan tersebut. Awan beracun
menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara yang
menyebabkan musim dingin datang lebih awal di Inggris dan membunuh
8.000 orang.
Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim
dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat. Ada catatan
lebih banyak salju di New Jersey, sungai Mississippi membeku di New
Orleans, dan di ditemukan es di Teluk Mexico!
4. GUNUNG TAMBORA
Gunung
Tambora adalah gunung api aktip dari 130 - an gunung api yang yang ada
di Indonesia. Gunung raksasa setinggi 4,300 meter telah ‘melakukan’
serangkaian ledakan dari April hingga Juni di tahun 1815 dan
mengguncangkan dunia dengan after -effect - nya yang mengubah stratosfir
dan menyebabkan kelaparan yang buruk hingga ke US dan Eropa pada abad
ke 19.
Dahsyatnya Letusan Gunung Tambora mengakibatkan batu merah
berpijar menghujani angkasa ketika sepenuhnya gunung tersebut meletus.
Semua tumbuh - tumbuhan pada pulau dimana gunung tersebut berada
dibinasakan oleh lahar dan awan beracun. Secara keseluruhan, lebih
71.000 orang tewas karena terbakar, kelaparan ataupun keracunan.
5. GUNUNG PELEE
Gunung
api yang terletak di Martinique, kini menjadi tujuan wisatawa di
Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat
mematikan telah terjadi di sini. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang
terbesar di abad 20 terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30.000
orang.
Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya
mengeluarkan asap, belerang dan debu dan pada April 1902, gunung api ini
tidak sepenuhnya meletus sampai tanggal 8 Mei 1902. Air mancur lahar
yang menyala, dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil
per jam dari gunung api tersebut. Dengan temperatur 1075 derajat, lahar
telah mendidihkan kota St.Pierre bawahnya. Kota terbakar berhari - hari
kemudian. Hanya dua orang yang selamat pada waktu itu.
6. GUNUNG RUIZ
Nevado
Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow atau
longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang mengalir
dan mematikan . Di tahun 1595, 635 orang terbunuh setelah lumpur yang
yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan Lagunillas,
dan di tahun 1845 lebih dari 1.000 orang tewas.
Kota Armero yang
dibangun di atas magma yang mengering telah kehilangan hampir seluruh
populasi penduduknya ketika di tahun 1985, sebuah letusan telah
mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur kota.
Lebih dari 23.000 orang tewas.
7. GUNUNG UNZEN
Gunung
Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di
daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1.500 meter ini masih aktip
hingga kini. Pada tahun1792 beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan
tsunami yang membunuh lebih 15.000 orang. Sebuah letusan terbaru di
tahun 1991 telah membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan
luar biasa pada bangunan - bangunan disekitarnya.
8. GUNUNG KELUD
Gunung
Kelud terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Sisi timur Kelud telah
‘menggerutu’ pada tahun 2008, di mana sebelumnya pada tahun 1919 lumpur
lahar telah membunuh di atas 5.000 orang. Sejak itu, Terowongan Ampera,
suatu sistem pengeringan untuk menampung banjir lahar dari kawah telah
dibangun. Oktober 2007, ketika itu 30.000 penduduk lokal harus
diungsikan setelah gunung api dalam kondisi Siaga Merah. Selama dua
minggu Kelud memuntahkan debu hingga 8 mil jauhnya.
9. GUNUNG PAPANDAYAN
Gunung
Papandayan adalah sebuah gunung api semi - aktif yang terletak di pulau
Jawa, Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40
desa di dekatnya. Lebih dari 3.000 orang terbunuh. Gunung api ini
diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan
letusan - letusan di tahun 1923, 1942, dan terus meningkatkan
kekuatannya di tahun 2002. [bi]
10. GUNUNG LAMINGTON
Gunung
Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1.680 meter yang terletak
di Papua New Guinea. Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di
Provinsi Oro ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang
ditumbuhi pepohonan.
Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar
dan asap mulai untuk keluar dari puncaknya, dan tiga hari kemudian,
sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara, menyebabkan langit ditutupi
debu tebal dan gerimis magma bercampur uap sulfur. Dalam beberapa bulan
kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil.
Ledakannya menyebabkan total hampi 3.000 kematian. [bi]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar